JOKOWI BERHASIL DESAK AHOK SOWAN MEGAWATI
Akhirnya harapan kader PDIP yang menginginkan
Ahok diusung PDIP terbayar lunas, dengan kedatangan Ahok bersama Djarot Hidayat di kediaman
Megawati, Teuku Umar. Ahok pun diterima
Megawati, masyarakat pun tinggal menunggu berakhirnya spekulasi siapakah
yang akan diusung PDIP. Beberapa kader
sangat yakin kedatangan Ahok di Teuku Umar adalah simbol akan diusungnya Ahok dalam pilkada kali ini.
Banyak yang menduga pilihan Ahok tak terlepas dari peran Jokowi. Jokowi
walau tak secara eksplisit mendukung
Ahok. Beberapa kali Ahok juga bertandang ke istana. Dalam catatan Kompas, dalam Minggu ini Ahok sering bertandang ke istana. Juga
seusai melantik sejumlah mentri baru hasil perombakan pada 27 Juli lalu, Basuki juga bertemu kusus
dengan Jokowi sebelum sidang kabinet
paripurna.
Kalau Ahok maju lewat PDIP dipastikan koalisi kekeluargaan
akan pecah. Sandiago Uno akan berpeluang besar dicalonkan Gerindra. Kemungkinan
lain Demokrat juga akan mencalonkan dengan mencari dukungan koalisi yang lain. Tapi
jelas juga skenario besar hancur
berantakan sudah untuk mengusung Risma. Risma tak mungkin maju tanpa dukungan
Megawati.
Tapi kader
PDIP yang tak ingin Ahok diusung PDIP Juga akan kecele padahal mereka
sudah merekayasa sedemikian rupa dengan tim tim untuk mengusung Risma disatu
sisi, di sisin lain sudah mempersiapkan tim
distroyer untuk menghancurkan reputasi Ahok, di sisin lain sebuah tim
untuk memblow up besar-besaran Risma, sehingga harapannya Megawati akan
mendengarkan dengan seksama tim-tim itu. Tetapi tampaknya semua itu akan
berantakan. Faktor Jokowi diyakini makin
memiliki daya tawar yang tinggi diantara pada kader PDIP. Ke depan kekuatan
Jokowi di PDIP tidak akan semakin surut. Dan pencalonan Ahok akan menjadi test
case apakah suara Jokowi akan didengar atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar