RISMA AKAN PIMPIN JAKARTA
Gubernur DKI
Basuki Cahaya Purnama buat
pernyaan kontroversial lagi ia menyatakan Bahwa walikota Surabaya, Tri Risma Harini sangat
berpeluang untuk memimpin Jakarta pada
tahun 2017. Kata Ahok, Kepala Daerah yang
berhasil, tentu saja bisa datang ke Jakarta, seperti Walikota Solo, yang
berhasil menjadi gubernur DKI, dan
kemudian terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia. Surabaya lebih besar dari Solo, maka lebih berpeluang
untuk menjadi presiden.
Pernyataan itu memantik perdebatan, juga di
media sosial. Dari Surabaya, DPC
Surabaya Didik Prasentyono, dari
DPC Surabaya meminta agar Ahok tak
mengadu domba sesama kader PDI-P.
Prasentyono tak menyebut siapakah kader yang dimaksud, Tetapi masyarakat politik Indonesia, tentu tahu yang
dimaksud adalah Risma dan Jokowi.
Jalan pikiran Ahok sederhana saja dan
berusaha membangun harapan, kalau Jokowi
dari Solo yang tidak sebesar surabaya saja bisa jadi Preseiden, mengapa
Risma tidak. Bahwa Ahok berkata
tidak main-main kalau diucapkan diluar konteks pertarungan DKI I dimana Ahok termasuk berkepentingan. Tetapi
kata-kata Ahok bisa saja terjadi, maka dari sisi ini,
Ahok tidak sedang mengadu domba. Tetapi ketika kata-kata itu masuk di
pikiran para politisi PDIP maknanya bisa berubah, tentu itu sah-sah saja.
Secara positif bisa juga dimaknai bahwa Ahok
ingin bertanding secara terhormat dan
lawan tanding yang sepadan tampaknya hanya Tri Risma Harini. Memang ada nama Sandiago Uno, Safrie
Sjamsudin tetapi tampaknya hanya Risma atau mungkin Yusril Ihza Mahendra yang akan jadi calon
yang pilih tanding.
Tidak hanya
Prasentyono saja yang gerah,
Andreas Pareira dari DPP tidak menerima logika Ahok, bagi yang bukan
kader mungkin sah-sah saja berpikir seperti itu. Tetapi , kalau itu dikatan Ahok, yang
menurut Pareira Ahok adalah teman PDIP, sehingga pernyataan
itu sangat disayangkan.
Publik masih menunggu apa yang akan dilakukan
PDIP apakah betul PDI P tidak mencalonkan Ahok atau malah sebaliknya. Banyak
pihak berharap PDIP memunculkan nama lain selain Ahok, yang paling
berkepentingan untuk tidak menjadikan
Ahok calon Gubernur, adalah Gerindra.
Gerindra menyiapkan dua opsi.
Opsi pertama, bersama-sama PDIP
mengusung calon gubernur dalam bendera koalisi. Kalau ini yang terjadi, bisa jadi
nama yang dimunculkan adalah Risma –Sandiago uno atau Djarot - Sandiago Uno, tetapi kalau PDIP tetap
mencalonkan Ahok maka opsi kedualah yang
dipilih yaitu Gerindra mencalonkan Sandiago uno dengan digandengkan
dengan Safrie Sjamsudin atau kalau mantap dengan koalisi yang tampaknya tidak
mudah goyah yakni Sandiago Uno digandengkan dengan tokoh PKS Hidayat Nur
Wachid.
PDIP tampaknya masih terus menimbang. Ada tiga
pintu yang disiapkan PDIP. Pintu pertama adalah menggodog calon dari kadernya
sendiri seperti Risma, Ganjar Pranowo, Djarot Hidayat, Tri Risma Harini, Boy
Sadikin. Pintu kedua, calon yang bukan
dari kadere, dan pintu ketiga adalah yang tidak mendaftar dan bukan dari kader,
yaitu dengan mempertimbangkan antara lain yang memiliki elektabilitas tinggi.
Siapa sih Ahok dan apa sih prestasinya ?
·
Tahun 2004 mencalonkan sebagai anggota
legislati DPRD Bangka Belitung dengan keuangan terbatas dan memperkenalkan
menolak memberikan uang kepada masyarakat. Dan ketika menjadi anggota DPRD ia
menolak politik KKN, menolak mengambil uang SPPD fiktif, dan satu-satunya
anggota DPRD yang menerima masyarakat dan menerima aduan masyarakat.
·
Menjadi bupati Belitung 2005-2010, yang merupakan
Basis Masyumi dan kampung halamanya Yusril Ihza Mahendra. Ketika berkampanye jadi bupati ia menolak
politik uang. Dan setelah jadi bupati
memberikan pelayanan kesehatan gratif, sekolah gratis sampai SMA.
·
Tahun 2006, Ahok dinobatkan oleh majalah
tempo sebagai salah satu dari 10 tokoh
yang mengubah Indonesia.
·
Tahun 2007
dinobatkan sebagai tokoh anti
korupsi dan penyelenggara negara oleh Gerakan Tiga Pilar kemitraan yakni Kadin,
Mentri Pendayagunaan
Aparaturn Negara, dan Masyarakat Transparansi Indonesia.
·
Tahun 2007 mendulang suara 63 persen di Babel
walau gagal dilantik karena ada carut marut dalam proses pemilihan.
·
Tahun 2009 ia menjadi anggota DPR dari Golkar, walau ia calon nomor
urut 4 sementara Babel hanya butuh tiga, ia
terpilih dengan suara terbanyak. Di
DPR ia menciptakan standar baru di Anggota DPR yang anti korupsi dan tampil
transparan.
·
Tahun 2012-2017 terpilih sebagai wakil Gubernur
DKI
·
Tahun
2014- 2017 ditetapkan sebagai Gubernur
DKI menggantikan Jokowi karena Jokowi dilantik sebagai Presiden Republik
Indonesia.
Prestasi Tri Risma Harini sebagai Walikota Surabaya
Selama memimpin Surabaya
·
Kota terbaik se Asia pasifi versi Citynet pada
2012
·
Kota berkelanjutan ASEAN Enviromentally Award
2012
·
Masuk dalam nominasi 10 wanita paling Inspiratif
2013, versi Majalah Forbes pada tahun 2012.
·
Meraih 2 kategori penghargaan tingkat Asia Pasifik dalam ajang FutureGov Award 2013
·
Taman Bungkil mendapatkan penghargan pada tahun
2013 the Asian Townscape Award dari PBB
·
Risma mendapatkan penghargaan Mayor of the Month
sebagai walikota terbaik Februari 2014
·
Mendapatkan penghargaan Socrates Award kategori
future city dari European businnes Assembly (EBA) pada April 2014
Pernyataan Ahok bisa diuji apakah ia asal bunyi ataukah sebentuk
apresiasi untuk Tri Risma Harini. Kalau
dikatakan membenturkan antar kader, dengan prestasi Risma yang seperti itu, dan
memimpin kota yang lebih besar dari
Solo, ia termasuk yang layak dipertimbangkan sebagai calon presiden di
masa datang. Kalau ia harus bertempur dengan Jokowi, itu kan bukan urusannya
Ahok, jadi apa yang salah dengan pernyataan Ahok.