MUSLIM
EROPA PRIHATINKAN EROPA
Di bulan Juli korban terorisme meningkat
mengakibatkan kemtian ratusan orang. Bom itu melanda Ankara, Bagdad, Brusel menyusul kemudian yang
terkini yang melanda Perancis, ketika truk dengan memuat bom bunuh diri
menabrak kerumunan orang yang sedang menyaksikan festival kembang di Nice,
Perancis. Pada 14 Juli 2016. Semua gerah, kemanusiaan tercabik, perdamaian
dipertaruhkan, dan banyak orang sulit percaya bagaimana kekerasan
mengatasnamakan agama.
Komunitas muslim di Eropa menunjukkan
solidaritas dan belasungkawa terhadap serangkaian aksi teror yang melanda
Eropa dalam sebulan terakhir. Tidak
hanya itu, sejumlah muslim Eropa
mengikuti doa bersama di gereja-gereja di sejumlah wilayah di Perancis
dan Italia hari Minggu 31 Juli 2017. Dilaporkan oleh Kompas, edisi 2 Agustus 2015,
Aksi teror yang melanda Perancis
membuat rakyat Perancis Terbelah.
Terkait hal itu, komunitas Muslim di Perancis
menunjukkan aksi solidaritas atas kedukaan yang dialami warga Katolik, menyusul
penyanderaan dan pembunuhan pastor jacques Hamel di gereja Normandy,yang
diklaim dilakukan oleh Negara Islam di Irak dan Suriah. Imam Masjid Raya
Perancis Dalil Boubakeur menghadiri misa pagi di katedral Notre-Dame bersama
komunitas Muslim di Paris dan juga ratusan warga dengan beragam keyakinan.
Ratusan warga Muslim juga berada di antara dua
ribuan orang yang memenuhi
katedral Rouen, hanya beberapa kilometer dari gereja tempat Pastor
Jacques Hamel tewas.
Uskup Agung Rouen
Dominique Lebrun, mengapresiasi pihak muslim, dan itu suatu tanda mereka
menolak kekerasan atas nama agama. Aksi biadab itu juga direspon Imam
Otaman Aissaoui yang memimpin delegasi komunitas muslim menghadiri misa
pagi di gereja di Nice. Warga Perancis masih berduka atas aksi teror yang
terjadi di Nice, 14 Juli 2016, ketika truk yang dikemudikan Mohamed Lahouaiej-Bouhlel (33) ditabrakkan ke kerumunan orang, mengakibatkan
84 warga Perancis tewas.
Solidaritas muslim untuk korban kekerasan yang sering mengatasnamakan agama, tetapi
yang menurut muslim sendiri sebagai sesuatu yang tidak masuk akal, ingin
menegaskan bahwa terorisme seperti itu tak ada kaitannya dengan Islam karena
menurut mereka terorisme tidak memiliki identitas.
Paus tampaknya lebih realistis melihat hal ini,
dan terang-terangan tidak suka mengaitkan kekerasan dan Islam, karna nyatanya
di Italia banyak orang katolik yang sudah dibaptis juga melakukan kekerasan
terhadap sesamanya. Jadi kalau ada orang radikal di dalam Islam, juga orang
yang radikal di dalam Katholik. Kata Paus, “ kalau saya berbicara kekerasa
islam, saya juga harus berbicara tentang
kekerasan Katolik, dalam setiap agama pasti terdapat kelompok kecil yang
memiliki sifat radikal.” Penyebab radikalisme menurut Paus diantaranya ketika
tak ada lagi pilihan dan ketika uang menjadi segala-galanya. Banyak anak muda
Eropa yang tak memiliki mimpi, pekerjaan, lalu beralih pada narkoba, alkohol,
dan kemudian mendaftar pada kelompok fundametalis, kata Paus yang dilansir
Kompas.
Sejumlah aksi kekerasan dua bulan terakhir
·
23 Maret 2016
bom di bandara Zaventem ,Brussels
·
29 Juni 2016 Bom Istambul menewaskan 36 orang
·
4 Juli 2016
serangkaian bom di Istambul, Dakka, Jeddah
·
14 Juli 2016
bom bunuh diri di Nice Perancis yang menewaskan 84
orang
·
23 juli 2016
Penembakan di restoran Mc Donald di dekat pusat perbelanjaan Olympia di Munich Jerman yang menewaskan 10 orang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar