Selasa, 02 Agustus 2016

MUSLIM  EROPA PRIHATINKAN EROPA

Di bulan Juli korban terorisme meningkat mengakibatkan kemtian ratusan orang. Bom itu melanda Ankara, Bagdad, Brusel  menyusul kemudian yang terkini yang melanda Perancis, ketika truk dengan memuat bom bunuh diri menabrak kerumunan orang yang sedang menyaksikan festival kembang di Nice, Perancis. Pada 14 Juli 2016. Semua gerah, kemanusiaan tercabik, perdamaian dipertaruhkan, dan banyak orang sulit percaya bagaimana kekerasan mengatasnamakan agama.

Komunitas muslim di Eropa menunjukkan solidaritas dan belasungkawa terhadap serangkaian aksi teror  yang melanda  Eropa dalam sebulan terakhir.  Tidak hanya itu, sejumlah muslim Eropa  mengikuti doa bersama di gereja-gereja di sejumlah wilayah di Perancis dan  Italia hari Minggu 31 Juli 2017.  Dilaporkan oleh Kompas, edisi 2 Agustus 2015, Aksi teror yang melanda Perancis   membuat rakyat Perancis Terbelah.

Terkait hal itu, komunitas Muslim di Perancis menunjukkan aksi solidaritas atas kedukaan yang dialami warga Katolik, menyusul penyanderaan dan pembunuhan pastor jacques Hamel di gereja Normandy,yang diklaim dilakukan oleh Negara Islam di Irak dan Suriah. Imam Masjid Raya Perancis Dalil Boubakeur menghadiri misa pagi di katedral Notre-Dame bersama komunitas Muslim di Paris dan juga ratusan warga dengan beragam keyakinan. Ratusan warga Muslim juga berada di antara dua  ribuan orang  yang memenuhi katedral  Rouen, hanya beberapa  kilometer dari gereja tempat  Pastor  Jacques Hamel tewas.
Uskup  Agung Rouen   Dominique Lebrun, mengapresiasi pihak muslim, dan itu suatu tanda mereka menolak kekerasan atas nama agama. Aksi biadab itu juga  direspon Imam  Otaman Aissaoui yang memimpin delegasi komunitas muslim menghadiri misa pagi di gereja di Nice. Warga Perancis masih berduka atas aksi teror yang terjadi di Nice, 14 Juli 2016, ketika truk yang dikemudikan Mohamed  Lahouaiej-Bouhlel (33)  ditabrakkan ke kerumunan orang, mengakibatkan 84 warga Perancis tewas.

Solidaritas muslim untuk korban kekerasan  yang sering mengatasnamakan agama, tetapi yang menurut muslim sendiri sebagai sesuatu yang tidak masuk akal, ingin menegaskan bahwa terorisme seperti itu tak ada kaitannya dengan Islam karena menurut mereka terorisme tidak memiliki identitas.

Paus tampaknya lebih realistis melihat hal ini, dan terang-terangan tidak suka mengaitkan kekerasan dan Islam, karna nyatanya di Italia banyak orang katolik yang sudah dibaptis juga melakukan kekerasan terhadap sesamanya. Jadi kalau ada orang radikal di dalam Islam, juga orang yang radikal di dalam Katholik. Kata Paus, “ kalau saya berbicara kekerasa islam, saya juga  harus berbicara tentang kekerasan Katolik, dalam setiap agama pasti terdapat kelompok kecil yang memiliki sifat radikal.” Penyebab radikalisme menurut Paus diantaranya ketika tak ada lagi pilihan dan ketika uang menjadi segala-galanya. Banyak anak muda Eropa yang tak memiliki mimpi, pekerjaan, lalu beralih pada narkoba, alkohol, dan kemudian mendaftar pada kelompok fundametalis, kata Paus yang dilansir Kompas.

Sejumlah aksi kekerasan dua bulan terakhir

·         23 Maret 2016  bom di bandara Zaventem ,Brussels
·         29 Juni 2016 Bom   Istambul menewaskan 36 orang
·         4 Juli 2016  serangkaian bom di Istambul, Dakka, Jeddah
·         14 Juli 2016  bom bunuh diri di Nice Perancis yang menewaskan  84  orang

·         23 juli 2016  Penembakan di restoran Mc Donald di dekat pusat perbelanjaan Olympia  di Munich Jerman yang menewaskan  10 orang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar