TINGGALKAN GENERASI SOFA DAN KENTANG
Kepada 1,6 juta peziarah yang memadati sebuah lapangan di Brzegi,
dekat Krakow Polandia, 29 Juli Paus menantang anak-anak muda” anak-anak
muda terkasih, kita tidak datang ke dunia
ini untuk berdiam diri, untuk menjalani kemudahan, untuk tidur nyenyak
di sofa empuk.” Selajutnya paus menegaskan bahwa kita datang ke dunia untuk
sebuah alasan untuk meninggalkan jejak.”
Paus mengajak
kaum muda untuk meninggalkan kenyamanan hidup
dan pergi keluar untuk melakukan
perbuatan sosial yang lebih baik. Terhadap kaum muda yang lebih banyak mengkung diri dengan gawai
(gadget) dan duduk di sofa empuk dengan
keripik kentang sebagai sebagai generasi
sofa dan kentang. Di Bzegi, yang merupakan puncak kunjugan paus ke Polandia, Paus mengajak kaum muda untuk menjadi pemimpi
yang percaya kepada “nilai-nilai baru kemanusiaan Firman Tuhanlah GPS kalian
semua, kata paus sambil mengamzalkan gadget dengan kitab suci.
Orang yang mencari kenyamanan hidup, adalah
orang yang ada dalam “kelumpuhan “
mereka hanya akan mendapat kebahagiaan semu, yang justru akan menghalangi kaum
muda untuk menentukan nasibnya sendiri.
Paus juga mengecam eskapisme modern yang demen
pada pola hidup hedonis, konsumtif, serta komputer yang mengisolasi manusia.
Tantangan paus kepada kaum muda memang aktual,
hadirnya globalisasi berikut dampak tidak hanya menimbulkan harapan baru tapi
bisa juga menimbulkan krisis danalm hidup kaum muda terutama ketika mereka berada disposisi yang tidak
menentu. Oleh karenanya ajakan paus akan
memfilter globalisasi, sekaligus panggilan bahwa kaum muda mempunya tugas yang
sama untuk membuat dunia yang lebih baik
, tentu dengan kehidupan dan sarana-sarana yang dimiliki pada zamannya. Tetapi
tentu saja agar kaum muda terjebak bahwa sarana justru jadi tujuan arah dan
penentu hidup mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar