Minggu, 31 Juli 2016

TINGGALKAN GENERASI SOFA DAN KENTANG

Kepada 1,6 juta peziarah  yang memadati sebuah lapangan di Brzegi, dekat Krakow Polandia, 29  Juli   Paus menantang anak-anak muda” anak-anak muda terkasih, kita tidak datang ke dunia  ini untuk berdiam diri, untuk menjalani kemudahan, untuk tidur nyenyak di sofa empuk.” Selajutnya paus menegaskan bahwa kita datang ke dunia untuk sebuah alasan untuk meninggalkan jejak.”

Paus mengajak kaum muda untuk meninggalkan kenyamanan hidup  dan  pergi keluar untuk melakukan perbuatan sosial yang lebih baik. Terhadap kaum muda  yang lebih banyak mengkung diri dengan gawai (gadget) dan duduk di sofa empuk  dengan keripik kentang sebagai  sebagai generasi sofa dan kentang. Di Bzegi, yang merupakan puncak kunjugan  paus ke Polandia,  Paus mengajak kaum muda untuk menjadi pemimpi yang percaya kepada “nilai-nilai baru kemanusiaan Firman Tuhanlah GPS kalian semua, kata paus sambil mengamzalkan gadget dengan kitab suci.

Orang yang mencari kenyamanan hidup, adalah orang yang ada dalam  “kelumpuhan “ mereka hanya akan mendapat kebahagiaan semu, yang justru akan menghalangi kaum muda  untuk menentukan nasibnya sendiri.


Paus juga mengecam eskapisme modern yang demen pada pola hidup hedonis, konsumtif, serta komputer yang mengisolasi manusia. 

Tantangan paus kepada kaum muda memang aktual, hadirnya globalisasi berikut dampak tidak hanya menimbulkan harapan baru tapi bisa juga menimbulkan krisis danalm hidup kaum muda terutama  ketika mereka berada disposisi yang tidak menentu. Oleh karenanya ajakan paus  akan memfilter globalisasi, sekaligus panggilan bahwa kaum muda mempunya tugas yang sama untuk membuat dunia yang  lebih baik , tentu dengan kehidupan dan sarana-sarana yang dimiliki pada zamannya. Tetapi tentu saja agar kaum muda terjebak bahwa sarana justru jadi tujuan arah dan penentu hidup mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar