Selasa, 26 Juli 2016

MEROMBAK KABINET JOKOWI UJIAN PRESIDENSIALISME

Hari-hari ini anggota kabinet dibuat ketar ketir, menghitung nasibnya, ada juga yang sudah merasa pasti dan mengetwit selamat tinggal dan thank tuk semua, seperti yang dilakukan sudirman Said Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah dipanggil Presiden, 26 Juli 2016. Mentri Sudirman tidak sendirian yang dipanggil Presiden Nama lain adalah  :
·         Luhut Binsar  Panjaitan Mentri Koordinator Politik Hukum dan  Keamanan
·         Rizal  Ramli Mentri Maritim dan Sumber Daya
·         Bambang Brodjonegoro Mentri Keuangan
·         Mentri Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Bappenas
·         Mentri  Perindustrian Salih Husein 
·         Thomas Lembong Mentri Perdagangan
·         Ferry Mulsidan Baldan mentri Agraria dan Tata Ruang /kepala BPN
·         Yuddy Chrisnandi  Mentri PAN dan Reformasi Birokrasi
·         Anis Baswedan  mentri pendidikan dan kebudayaan
·         Marwan Jaffar mentri desa, pembangunan daerah tertinggal
·         Ignasius Jonan Mentri Perhubungan
·         Sudirman Said Mentri ESDM

Dan akhirnya presiden sungguh merusuffle kabinet, dan 13 mentri hasil perombakan akan dilantik hari ini. Adapun  13 mentri yang akan dilantik hari ini adalah  :
·   -      Budi Karya Sumadi, Direktur utama Angkasa Pura II menggantikan Ignasius Jonan sebagai Mentri Perhubungan.
·   -      Achandra Tahar, dari ITB, yang juga penggagas Off Shore Block Masel, sebagai Mentri ESDM menggantikan Sudirman.
·         Airlangga Hartarto, Politikus  Golkar, sebagai mentri Perindustrian
·    -     Prof . Muhadjir, rektor Universitas Muhamadiyah Malang, sebagai mentri Pendidikan.
·    -     Eko Putro Sanjoyo, dari PKB menjadi mentri Pembangunan  Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menggantikan sesama PKB , marwan Jaffar.
·   -      Asman Abnur, politisi PAN, menggantikan Yuddy Chrisnandi sebagai mentri PAN dan Reformasi Birokrasi.
·   -      Sri Mulyani, dari Bank Dunia, menjadi mentri Keuangan
·   -      Enggartiasto Lukito politisi nasdem menjadi mentri Perdagangan
·         Wiranto menggantikan Binsar panjaitan sebagai menko polkam
·    -     Sofyan Djalil sebagai mentri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN.
·   -     Thomas Lembong sebagai ketua BKPM
·  -       Franky Sibarani, wakil mentri Perindustrian ( Posisi Baru)
· -        Luhut Binsar Panjaitan, sebagai menko kemaritiman menggantikan rizal Ramli.

Pergantian mentri itu memang kebutuhan, tetapi tak pelak juga mengakomodasi partai-partai yang sudah memberi dukungan kepada kabinet Jokowi. Perombakan kabinet kali ini menjadikan konstelasi politik masa lalu terulang, ketika PDIP ditinggalkan sendirian sebagai oposisi, dan kini nasib yang sama dialami Gerindra dan PKS.

Apa yang terjadi adalah kegotoroyongan partai yang khas indonesia,  tetapi juga bisa diartikan sebagai bagi-bagi kekuasaan suka atau tidak suka. Tetapi dalam makna yang lain inilah Presidensiil setengah hati untuk melengkapi sistem politik presidensiil dimana presiden punya hak prerogratif untuk menentukan personel kabinet, sayangnya hak itu tak digunakan sempurna juga oleh sebab konstelasi politik yang mengharuskan presiden memperhatikan suara parlemen, agar kebijakannya bisa berjalan mulus. Komunikasi politik yang diejawantahkan dalam budaya kekuasaan di Indonesia yang seperti ini pada akhirnya menjadi ujian, apakah sistem yang kita bangun  adalah memberi partai-partai  dengan kekuasaan yang menggurita, bahkan seorang presiden yang diberi posisi yang terhormat oleh konstitusi, tak mampu melawan.

Sekali lagi, walau kita telah kembali ke sistem presidensiil sejak Soekarno mengeluarkan dekrit  tetapi akhirnya realitas politik mengharuskan Presiden untuk memperhatikan kedigdayaan partai politik. Dan partai politik sebagai kekuatan ke 4 tak terbantahkan. Bahkan kalau partai politik  mau mengubah  sesuatu yang tak konstitusional dengan cara konstitusional, tidak bagi partai politik. Tentu saja karena partai politik sekarang begitu berkuasa. Apa yang terjadi sebelum perombakan kabinet, dan tema-tema yang didesakkan sebelum perombakan kabinet adalah upaya berbagi kekuasaan.


Kalau kabinet yang terbangun tidak kompeten dimaklumi saja, karena yang ada adalah bagi bagi kekuasaan. Kemacetan yang luar biasa di pintu tol yang telah menyebabkan penderitaan rakyat banyak, sembako yang  melambung, harga daging yang tak terkendali, munculnya vaksin palsu, BPJS palsu, dan biaya pendidikan yang meroket naik, dan banyak problem lagi, tidak cukup deselesaikan dengan perombakan kabinet, tapi harus dijawab presiden dan kabinetnya kerja beneran bukan sekedar slogan.       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar