Kamis, 13 Oktober 2016

PERANTAUAN INDONESIA BISA JADI ASET INDONESIA

Siapa yang tak kenal perantauan Cina dan India. Di Indonesia pun kedua negara ini pun merupakan pebisnis ulung, bahkan beberapa menjadi elit di negeri ini. Di Malasya Perantauan cina dan India juga memainkan peranan penting.

Dua negara yang menyumbang perantauan ( yang sering kita sebut sebagai diaspora ) rupanya menyumbang remitansi terbesar di tahun  2009.berturut-turut Tiongkok 48 milyar dollar AS , Mexico 22  milyar dollar AS, Filipina 20 milyar dollar, Indonesia  7 milyar dollar AS ( berada di perangkat 17 ) yang  tak disadari adalah bahwa negara kecil bisa bergantung pada kiriman perantauan ini seperti misal Tajikistan : 50 persen.

Perantauan Indonesia

Istilah perantauan adalah istilah yang umum kita kenal. Tetapi bahasa resminya adalah diaspora. Diaspora berasal dari bahasa Yunani, dia (over0 dan speiro ( to sow ) yang dalam konteks umum disebut  migrasi, kolonisasi atau menyebar ( Robin Cohen,  sebagaimanana dikutip oleh  Beni Sindhunata, maka yang disebut  diaspora  Indonesia semua orang Indonesia atau WNI  yang berada di luar negeri, menjadi pengelana ( merantau )  menurut jaringan kerja diaspora Indonesia, kini jumlah diaspora Indonesia  adalah 7 juta orang yang dapat digolongkan perantau adalah pertama, 4,6 juta WNI  yang bekerja di luar negeri ( merantau ), kedua keturunan Indonesia  berstatus wna   atau mantan WNI  yang pindah karena  bebagai sebab, ketiaga bukan orang Indonesia, tetapi cinta dengan budaya Indonesia, tapi jumlahnya sedikit.

Menurut survey 81 (2008) mencatat nilai remitansi yang masuk Indonesia 6 milyar dollar AS dari 4,3 juta tenanga kerja Indonesia. Tidak hanya jadi sumber rimitansi, diaspora juga menjadi sumber masukna investasi asing ke negeri asal, disamping unya jaringan, pendidikan dan  pengalaman global. Tentu ini  merupakan modal penting bagi negara yang mengirimkan tenaga kerja itu.

Min Ye, asisten Profesor di Universitas Proton, 2014  bahkan menyebut bahwa perantauan Tiongkok  ikut membangun Tiongkok  jadi kekuatan ekonomi dunia dan perantauan India  membawa Mumbai  jadi pusat Industri teknologi dan informasi.

Tiongkok memang luar biasa karena punya 40 juta diaspora yang terlibat dalam  reformasi dan restrukturisasi BUMN menjelang bangkrut di Era 1990 an. Hebatnya lagi 93 persen BUMD  pemda Quangzhou diakuisisi diaspora Tiongkok.


Sikap seperti inilah yang selayaknya juga ditiru dan dikembangkan diaspora Indonesia. Sayangnya diaspora Indonesia  masih menyebar. Ditinjau kontribusi diaspora Indonesia, sebagaimana rekan-rekan mereka dari  Tiongkok dan India.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar