PERANTAUAN INDONESIA BISA JADI ASET INDONESIA
Siapa yang tak kenal perantauan Cina dan India. Di Indonesia
pun kedua negara ini pun merupakan pebisnis ulung, bahkan beberapa menjadi elit
di negeri ini. Di Malasya Perantauan cina dan India juga memainkan peranan
penting.
Dua negara yang menyumbang perantauan ( yang sering kita
sebut sebagai diaspora ) rupanya menyumbang remitansi terbesar di tahun 2009.berturut-turut Tiongkok 48 milyar dollar
AS , Mexico 22 milyar dollar AS,
Filipina 20 milyar dollar, Indonesia 7
milyar dollar AS ( berada di perangkat 17 ) yang tak disadari adalah bahwa negara kecil bisa
bergantung pada kiriman perantauan ini seperti misal Tajikistan : 50 persen.
Perantauan Indonesia
Istilah perantauan adalah istilah yang umum kita kenal. Tetapi
bahasa resminya adalah diaspora. Diaspora berasal dari bahasa Yunani, dia
(over0 dan speiro ( to sow ) yang dalam konteks umum disebut migrasi, kolonisasi atau menyebar ( Robin
Cohen, sebagaimanana dikutip oleh Beni Sindhunata, maka yang disebut diaspora
Indonesia semua orang Indonesia atau WNI
yang berada di luar negeri, menjadi pengelana ( merantau ) menurut jaringan kerja diaspora Indonesia,
kini jumlah diaspora Indonesia adalah 7
juta orang yang dapat digolongkan perantau adalah pertama, 4,6 juta WNI yang bekerja di luar negeri ( merantau ),
kedua keturunan Indonesia berstatus
wna atau mantan WNI yang pindah karena bebagai sebab, ketiaga bukan orang Indonesia,
tetapi cinta dengan budaya Indonesia, tapi jumlahnya sedikit.
Menurut survey 81 (2008) mencatat nilai remitansi yang masuk
Indonesia 6 milyar dollar AS dari 4,3 juta tenanga kerja Indonesia. Tidak hanya
jadi sumber rimitansi, diaspora juga menjadi sumber masukna investasi asing ke
negeri asal, disamping unya jaringan, pendidikan dan pengalaman global. Tentu ini merupakan modal penting bagi negara yang
mengirimkan tenaga kerja itu.
Min Ye, asisten Profesor di Universitas Proton, 2014 bahkan menyebut bahwa perantauan Tiongkok ikut membangun Tiongkok jadi kekuatan ekonomi dunia dan perantauan
India membawa Mumbai jadi pusat Industri teknologi dan informasi.
Tiongkok memang luar biasa karena punya 40 juta diaspora yang
terlibat dalam reformasi dan
restrukturisasi BUMN menjelang bangkrut di Era 1990 an. Hebatnya lagi 93 persen
BUMD pemda Quangzhou diakuisisi diaspora
Tiongkok.
Sikap seperti inilah yang selayaknya juga ditiru dan
dikembangkan diaspora Indonesia. Sayangnya diaspora Indonesia masih menyebar. Ditinjau kontribusi diaspora
Indonesia, sebagaimana rekan-rekan mereka dari
Tiongkok dan India.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar