LIMA
ALASAN MENGAPA HILLARI KALAH DARI TRUMPH
ENTAH
Dunia boleh mengatakan apapun tentang
Trumph tetapi atas nama Demokrasi ia
telah terpilih sebagai presiden Amerika.
Orang Amerika yang tidak suka kepadanya
boleh saja marah, tapi itu tak pernah mengubah sedikitpun.
Trumph akhirnya membalikkan pendapat banyak
orang bahkan pada jajak terakhir, Hillary masih dijagokan. Publik dunia tentu
meratapi kemenang Donald Trumph sebagai Presiden Amerika. Wajar saja karena
sebelumnya, Trumph dianggap sering mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.
Tetai sejarah mencatat bahwa pemilihan
Presiden Amerika 2016 adalah pemilihan presiden terburuk sepanjang sejarah.
Bagi Hillary sendiri, wanita pertama yang menjadi calon Presiden Amerika,
sekali lagi gagal memecahkan mitos bahwa Presiden Amerika hanya untuk
laki-laki. Dua mitos sudah dipecahkan oleh dua presiden yakni JF Kennedy yang
memecahkan mitos bahwa presiden Amerika harus orang protestan, mitos kedua yang
dipecahkan adalah presiden Amerika harus kulit putih, pemecah rekor untuk yang
satu ini adalah Barrack Obama. Tetapi Hillarypun setidaknya juga memecah rekor,
sebagai calon presiden pertama untuk kaum perempuan.
Hillary sebetulnya digadang-gadang oleh
banyak orang tidak hanya di dalam
Amerika tapi juga di luar Amerika untuk
menggantikan Barrack Obama. Atau ini mungkin merupakan ungkapan rasa frustrasi
orang Amerika karena pemilihan presiden kali ini adalah pemilihan presiden yang
paling “njelehi”. Rakyat Amerika dipaksa untuk memilih antara yang buruk dan
yang mustahil menang. Hillary sudah dikesankan buruk dimata pemilih Amerika,
bahkan kalau pemilihan pendahuluan diperpanjang, ada yang mengatakan Sanderslah
sang rival utama Hillary yang akan menantang
Trumph. Tetapi yang justru menang
adalah yang mustahil menang, seperti yang dilansir Washington Post, beberapa
saat setelah Trumph mendeklarasikan kemenangannya.
Bagaimana seorang yang begitu kontroversial
dan dibenci oleh dunia bisa memenangkan pertarungan. Rakyat Amerika bukannya
tak siap menerima presiden perempuan, tetapi karena memang Hillary dikenal
busuk seperti dikatakan Paul Manafort ia juga dianggap curang, korup di
Washington lebih banyak omong daripada berbuat.
Dari beberapa pendapat setidaknya ada lima
penyebab Mengapa Trumph dapat membalikkan pendapat banyak orang.
Pertama, para pemilih Amerika itu rasional
dan seperti yang dikatakan Spicer, para presiden Amerika adalah para pengambil
resiko, Risk Taker. Barrack Obama, Bush, clinton adalah Risk Taker. Hillary dibandingkan Trumph
bukanlah seorang risk taker.
Kedua, Hillary dikenal busuk. Skandal email
tak begitu saja dianggap angin lalu oleh rakyat Amerika sekalipun FBI sudah
menyatakan tidak ada persoalan. Walau tidak begitu banyak tapi orang-orang
brisik yang muak dengan kebusukan Hillary ada beberapa hal tapi bisa
mempengaruhi banyak orang. Emily Long Worth, pemuda 25 tahun mengunggah ke
Youtube ( walau akhirnya diblokir ) komentarnya Hillary itu pembohong, penipu,
perempuan narsistik yang tak pantas mendapatkan apapun kecuali masuk penjara. Ditambah
lagi publik belum lupa pada serangan Area diplomatik Amerika di Benghazy, Libia
pada tahun 2012 ketika Hillary menjabat mentri. Belum lagi gosip bahwa ISIS itu
ciptaan Barrack obama dan peristiwa 11 nopember itu dibuat pemerintah. Rakyat
yang marah telah menghukum Hillary.
Ketiga, Hillary dipandang kurang otentik
dibandingkan Trumph. Ucapan Trumph yang kontroversial untuk menyetop imigran muslim mungkin bagi
dunia meresahkan. Netanyahu pun mengecam. Tetapi bagi sementara pemilih itu
dianggap ide brilian. Sementara Hillary tak mempunyai sesuatu yang otentik.
Keempat, seperti dikatakan oleh Phil Ruffin
Trumph adalah orang yang selalu mengikuti intuisinya ketimbang saran orang
lain.
Kelima, Hillary tak jadi presiden karena ia
perempuan. Pendapat ini mungkin berlebihan tapi tidak bagi Jennifer Merciece,
seorang sejarawan ahli retorika politik
Amerika. Tentang kedua calon presiden itu ia berpendapat bahwa ia melihat kedua
orang calon diserang berdasarkan
karakter fisik mereka, kepribadian
mereka, erta keputusan yang mereka ambil
di masa lalu. Tetapi satu hal yang pasti Hillary adalah perempuan
sedangkan Trumph tidak. Banyak serangan kepada Hillary bersifat Misoginis,
aqtau terkadang dengan penggunaan kata “bitch”
dan sundal. Bahkan ia sering diserang
karena skadal seks suaminya di
tahun 1980 an dan 1990 an lebih gila
lagi secara sarkastik Trump mengatakan :” Jika Hillary Clinton tidak bisa memuaskan suaminya, bagaimana ia
dapat memuaskan rakyat Amerika.”
Demokrasi Amerika sedemikian terbuka dan vulgar bandingkan
dengan pemilu di negara kita cara-cara seperti ini pasti sudah dianggap black
campaign.
Pemilu di Amerika memang keras bahkan maaf
biadap. Jenifer Mercieca menyebutnya pemilu kali ini berbahaya. Katanya, “ketika
kita memperlakukan politik seperti olah raga atau perang, kita membuat diri
kita sebagai penggemar atau prajurit. Kita akan
bersorak mendukung atu mencemooh menurut perintah” kata Jennifer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar